Pemetaan dan Alternatif Pemanfaatan Limbah Cangkang Rajungan di Indonesia

Mapping and Alternative Utilization of Shell Crab Waste in Indonesia

  • Kiki Puspita Amalia IPB University
  • Meti Ekayani Departemen Multidisiplin Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB University; Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, IPB University
  • Nurjanah Nurjanah Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK IPB University
Keywords: cangkang rajungan, derajat deasetilasi, kitosan, suhu ruang, tanpa pemanasan

Abstract

Pasteurized crab meat is one of the largest fishery export commodities in Indonesia. Fish Processing Unit (FPU) receives raw materials in the form of whole crab from the miniplant, thus leaving a fairly large crab waste because about 50-60% of the crab is the shell. Previous research has informed that crab waste has potential utilization and it can increase the economic value of the crab waste. This study aims to map the supply chain related to the use of crab waste, including calculate waste potential, economic value and identify alternative uses of crab waste. The method used is a qualitative descriptive, benefit transfer, and income analysis. The result of this study represent supply chain mapping of crab waste utilization in 8 provinces based on 37 FPU and 148 miniplant on 9 provinces that supply raw materials. Based on the main choice of alternative utilization by respondents, the number of shells available in each province and the high economic value of chitosan, shell waste has great potential used as chitosan.

References

Azizi A, Fairus S, Mihardja EJ. 2020. Pemanfaatan limbah cangkang rajungan sebagai bahan kitin dan kitosan di purchasing crap unit eretan “atul gemilang” Indramayu. Jurnal Solma. 9(2): 411-419.

Balkhande JV. 2020. Devising of organic fertilizer from fish and crab wastes: waste to best technology. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies. 8(2): 01-05.

Elza NI, Ekayani M, Ismail A. 2020. Pengelolaan sampah berbasis masayarakat: layakkah secara finansial? (studi kasus: bank sampah rangga mekar). Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA). 4(2): 335-342.

Faruqi MU. 2020. Pemanfaatan limbah cangkang rajungan (Portunus pelagicus) sebagai produk pangan di Kabupaten Cirebon. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat. 2 (1): 12–17.

Fauzi. 2015. Valuasi ekonomi dan penilaian kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. Bogor (ID): IPB Press.

Husni P, Junaedi, Gozali D. 2020. Potensi kitosan bersumber dari limbah cangkang rajungan (Portunus pelagicus) dalam bidang farmasi. Majalah Farmasetika 5(1): 32-38.

Jacoeb AM, Nurjanah, Lingga LABr. 2021. Karakteristik protein dan asam amino daging rajungan (Portunus pelagicus) akibat pengukusan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia.15(2):156-163.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2020. HACCP Online System. Jakarta (ID): Kementerian Kelautan dan Perikanan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2020. Limbah Kitin yang Bernilai Tambah. Diunduh pada 10 Agustus 2021. Tersedia pada: https://news.kkp.go.id/index.php/limbah-kitin-yang-bernilai-tambah

Kurnia A, Muskita WH, Astuti O, Asnani, Harahap W. 2016. Evaluasi penggunaan tepung cangkang rajungan sebagai bahan baku pakan juwana udang windu Penaeus monodon. Jurnal Akuakultur Indonesia. 15(2): 117–123.

Kurniawan, Yunita A, Christianingrum. 2017. Peningkatan produksi pertanian dengan pemanfaatan limbah cangkang rajungan menjadi pupuk organik di Pulau Seliu, Kabupaten Belitung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung. 4(2): 54-61.

Noordwijk MV, Leimona B, Jindal R, Villamor GB, Vardhan M, Namirembe S, Catacutan D, Kerr J, Minang PA, Tomich TP. 2008. Payments for environmental services: evolution toward efficient and fair incentives for multifunctional landscapes. Annual Review of Environment and Resources. 37: 389–420.

Nuryadin DFE, Setyaningsih I, Hardiningtyas SD. 2020. Depolimerisasi kitosan menggunakan sinar ultraviolet dan katalis asam klorida. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 23(3): 412-422.

Rochima E. 2014. Kajian pemanfaatan limbah cangkang rajungan dan aplikasinya untuk bahan minuman kesehatan berbasis kitosan. Jurnal Akuatika. 5(1): 71-82.

Rochima E. 2007. Karakterisasi kitin dan kitosan asal limbah rajungan Cirebon Jawa Barat. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. 10(1):9-22

Sari MN, Fransiska Y, Mahmiah. 2020. Dampak virus corona (covid-19) terhadap sektor kelautan dan perikanan : a literature review. Journal of Tropical Marine Research. 2(2): 59-66.

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Jakarta (ID): Universitas Indonesia.

Supratman O, Umroh. 2016. Pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan limbah cangkang rajungan sebagai pakan ikan di Desa Tukak, Bangka Selatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung. 3(2): 8-14.

Supriyantini E, Yulianto B, Ridlo A, Sedjati S, Nainggolan AC. 2018. Pemanfaatan chitosan dari limbah cangkang rajungan (Portunus pelagicus) sebagai adsorben logam timbal (Pb). Jurnal Kelautan Tropis. 21(1): 23–28.

Suwandi R, Nurjanah, Ula MZ, Pertiwi RM. 2020. Characteristics of chemical compounds of horseshoe crabs Tachypleus gigas in different body proportions. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 404 012029.

Published
2021-12-17