Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://ilkom.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare <p>Jurnal CARE (Jurnal Resolusi Konflik, CSR, dan Pemberdayaan) merupakan jurnal yang berisi artikel-artikel yang meliputi hasil-hasil penelitian, analisis kebijakan, dan kajian literatur tentang resolusi konflik, penyuluhan pembangunan, pengembangan masyarakat/CSR, serta hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat.</p> Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB en-US Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) 2528-0848 Analisis Manfaat Sosial, Ekonomi, Dan Lingkungan Program Integrasi Peternakan Dengan Sistem Organik Sebagai Implementasi Csr Pt Pertamina Ep Subang Field https://ilkom.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/37958 <p>Program Integrasi Peternakan dengan Sistem Organik atau Garasi Organik merupakan program pemberdayaan masyarakat yang diinisasi PT Pertamina EP Zona 7 Subang Field. Tujuan kajian ini adalah mengkaji manfaat program Garasi Organik secara sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan diperoleh melalui observasi lapang, dan wawancara. Data sekunder berupa laporan kegiatan dan publikasi terkait program. Waktu pelaksanan kajian pada bulan Agustus 2021. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lokasi pelaksanaan program di Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang. Berdasarkan hasil kajian, program ini telah memberikan manfaat, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dari sisi ekonomi, program Garasi Organik ini ternyata mampu menghasilkan efektivitas penurunan biaya produksi usaha ternak. Penurunan biaya tersebut didapat dari proses produksi pakan ternak secara mandiri. Dari sisi lingkungan, program Garasi Organik mampu mengurangi sampah organik melalui proses pengolahan sampah organik yang dihasilkan masyarakat Desa Pringkasap. Pada aspek sosial,&nbsp; Program Garasi Organik memberikan dampak berupa&nbsp; tumbuhnya kohesi sosial baik antar anggota kelompok itu sendiri, antara kelompok dengan masyarakat, kelompok dengan Pemerintah Desa Pringkasap, kelompok dengan Dinas Peternakan Kabupaten Subang. Kunci keberhasilan program ini terletak pada model pemberdayaan yang dijalankan secara partisipatif baik dalam perencanaan, pelaksanaan, implementasi, maupun monitoring dan evaluasinya.</p> <p>Kata kunci: CSR, Garasi Organik, pemberdayaan masyarakat</p> Jurnal CARE CARE Adi Firmansyah Copyright (c) 2021-10-13 2021-10-13 6 1 1 12 Pengembangan Coastal Ecobased Tourism Di Pantai Tirta Ayu, Balongan Indramayu Oleh PT Pertamina IT Balongan https://ilkom.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/37959 <p>Pantai Tirta Ayu merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang terdapat di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu. Salah satu tantangan pengembangan pariwisata di pesisir Indramayu adalah ancaman abrasi pantai. Upaya membangun daya saing wisata Pantai Tirta Ayu dengan wisata sejenis di sekitar lokasi sekaligus sebagai upaya konservasi lingkungan dilakukan melalui pengembangan wisata pesisir berbasis lingkungan (<em>Coastal Ecobased Tourism</em>). Kajian yang dilakukan bertujuan melihat potensi pengembangan Wisata Pantai Tirta Ayu melalui program Dermayu, menganalisis <em>Coastal Ecobased Tourism (CET)</em> sebagai pendekatan membangun daya saing Pantai Tirta Ayu, menganalisis manfaat inovasi <em>Coastal Ecobased Tourism. </em>Kajian dilakukan pada bulan Agustus-September 2021. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lokasi Pantai Tirta Ayu Desa Balongan Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu. Analisis daya saing dilakukan dengan menggunakan komponen pengembangan pariwisata yaitu <em>Attraction, Amenities, Ancillary, Activity, Accessibilities dan Available</em>. Analisis manfaat lingkungan dilakukan dengan pengukuran potensi pengurangan emisi akibat pengelolaan sampah yang dilakukan. Hasil studi menunjukkan Pantai Tirta Ayu merupakan <em>Community Based Tourism</em> (CBT) diinisiasi dan dikelola oleh masyarakat serta BUMdes Balongan. Program Dermayu PT Pertamina IT Balongan hadir dalam rangka membangun daya saing wisata Pantai Tirta Ayu melalui pendekatan CET. Dampak yang diberikan antara lain Program Dermayu telah berkontribusi dalam membangun daya saing wisata Pantai Tirta Ayu melalui 3 dimensi pengembangan pariwisata yaitu dimensi <em>amenities</em> berupa pengadaan sarana prasarana ramah lingkungan, dimensi activity melalui edukasi lingkungan, dan dimensi ancillary melalui pelibatan pemuda local dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengelolaan sampah melalui CET berpeluang mengurangi timbulan sampah yang tercecer di kawasan wisata hingga 18,44 ton/tahun. Kegiatan CET juga memberikan dampak perubahan pola pengelolaan sampah. Untuk bidang ekonomi, program Dermayu berkontribusi dalam peningkatan pendapatan anggota Kelompok, serta penyediaan lapangan kerja dan peluang usaha.</p> <p>Kata Kunci : Pariwisata, Pesisir, Tirta Ayu, Balongan</p> Jurnal CARE CARE Yulia Wulandari Copyright (c) 2021 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) 2021-10-13 2021-10-13 6 1 12 21 Manfaat Inovasi Megabox Dalam Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat https://ilkom.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/37963 <p>Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang relatif rumit bagi banyak pihak. Upaya penanggulangan sampah yang ada selama ini masih terkonsentrasi pada penanganan di hilir atau di lokasi-lokasi pembuangan sampah. Rumah tangga sebagai sumber penghasil sampah utama seharusnya menjadi target utama dalam penanganan masalah sampah. Inovasi Megabox yang diperkenalkan oleh PT Pertamina EP Tambun Field bermitra dengan Bank Sampah Dadali diharapkan mampu menjadi alternatif dalam penanganan sampah di tingkat rumah tangga. PT Pertamina EP Tambun Field bersama Bank Sampah Dadali aktif berpartisipasi dalam penangangan masalah persampahan di Kota Bekasi. Pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot menjadi salah satu model yang dikembangkan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengelolaan sampah melalui budidaya maggot secara umum dan khususnya terkait inovasi Megabox yang dikembangkan. Berdasarkan hasil kajian, ternyata Program Masyarakat Peduli Sampah atau Melimpah, mampu memberikan manfaat dari sisi sosial, ekonomi dan lingkungan. Dari sisi sosial, program ini meningkatkan kohesi sosial dan pengembangan kemitraan, dari sisi ekonomi meningkatkan pendapatan anggota kelompok, dan yang utama dari sisi lingkungan, mampu berkontribusi dalam pengelolaan sampah organik. Inovasi Megabox sebagai sarana pengolahan sampah organik merupakan inovasi sederhana sebagai solusi dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Megabox telah menjawab tantangan mengelola sampah organik dalam ruang terbatas, biaya terjangkau dan mudah dilakukan.</p> <p>Kata kunci: <em>inovasi, megabox, pengelolaan sampah,sampah organik</em></p> Jurnal CARE CARE Yulia Wulandari Copyright (c) 2021 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) 2021-10-13 2021-10-13 6 1 22 34 Analisa Manfaat Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Baku Kelor (Moringa Oleifera) Pada Balita Dan Manula Di Kelurahan Muara Rapak, Kota Balikpapan https://ilkom.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/38018 <p>Tanaman kelor merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat baik bagi kesehatan manusia pada umumnya. Pemanfaatan tanaman kelor untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya balita dan manula, dapat menjawab permasalahan kekurangan gizi yang masih luas terjadi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menganalisa manfaat/dampak dari pemberian makanan tambahan berbahan baku tumbuhan kelor dalam Program Pertamina Sehati-Pawon (Patra Wonderful Snack) dan menyusun rekomendasi keberlanjutan program Penelitian dilakukan pada Bulan September 2021 di Posyandu Semarak 68, Kelurahan Muara Rapak, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian kualitatif (deskriptif), pengolahan dan analisis data kualitatif yang bersumber dari dokumen dan catatan harian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Excel, menggunakan tabulasi frekuensi, tabulasi silang, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberian makanan tambahan bagi balita dan manula berbasis tanaman kelor di Posyandu Semarak 68 Kelurahan Muara Rapak menunjukkan beberapa hasil positif baik dari sisi inovasi, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.&nbsp; Mengingat bahwa kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Kota Balikpapan maka program ini memiliki nilai inovasi yang bermanfaat. Manfaat lingkungan ditunjukkan dengan penyerapan emisi karbon sebesar 0,008 ton per 30 batang tanaman kelor. Manfaat kesehatan diperoleh dari kontribusi kelor terhadap kebutuhan asupan gizi harian balita, yaitu kalori, protein, lemak dan karbohidrat, dimana prosentase terbesar adalah asupan protein sebesar 108 – 180% dari setiap 100 gr serbuk kelor. Adapun kontribusi bagi total kebutuhan gizi harian manula adalah sebesar 42% kebutuhan protein manula pria dan 47% kebutuhan protein manula wanita. Manfaat ekonomi bagi anggota Posyandu Semarak 68 adalah potensi tambahan pendapatan sebesar Rp. 75.000 – Rp. 100.000/orang/bulan, biaya sosial akibat anak <em>stunting </em>yang dapat dihilangkan sebesar Rp. 142.000.000,- serta potensi biaya kesehatan akibat hipertensi pada manula dapat ditekan hingga sebesar Rp. 21.692.160,- per tahun.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: manfaat, kelor, makanan tambahan, balita, manula, Posyandu Semarak 68, Kelurahan Muara Rapak</p> Jurnal CARE CARE Noor Aisyah Amini Copyright (c) 2021 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) 2021-10-18 2021-10-18 6 1 35 48 Inovasi Olahan Tulang Dan Kepala Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Ikan Lele Berbasis Zero Waste https://ilkom.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/38050 <p>Kandungan gizi pada ikan lele pun sangat tinggi protein dan berbagai kebutuhan gizi lainnya. Lele utuh mengandung 12,82% protein, 3,70% lemak, 2,70% abu, 2,60% karbohidrat, dan 5,59% kalsium. Tingginya kandungan gizi pada ikan lele dapat membantu pertumbuhan untuk balita sebagai upaya pengentasan gizi Kurang di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, jakarta Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Inovasi olahan tulang dan kepala lele sebagai upaya mengurangi dampak negatif bagi lingkungan dan efektivitas program diukur melalui dampak yang diberikan secara sosial, ekonomi dan lingkungan. Berdasarkan hasil analisis, kegiatan pengolahan limbah ikan lele menjadi olahan pangan memiliki potensi mengurangi dampak emisi yang dihasilkan dari limbah tulang dan kulit ikan khususnya terhadap emisi CH<sub>4</sub> dan CO<sub>2</sub> sebesar 0,0073 ton CO<sub>2</sub>eq/tahun.&nbsp; Secara ekonomi program juga memberikan manfaat terhadap peningkatan pendapatan kelompok sebesar Rp. 810.000,-/bulan atau Rp 9.720.000,- /tahun. Kegiatan produksi olahan keripik dari tulang dan kepala lele ini juga turut berkontribusi memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp 162.000,-/orang/bulan kepada 5 orang kader posyandu dan ibu balita bawah garis merah (BGM) yang terlibat dalam proses produksi. Sementara itu, dilihat dari aspek kesehatannya program ini berhasil menurunkan angka balita BGM di Kelurahan tersebut.</p> <p>Kata Kunci: ikan lele, gizi kurang, BGM, emisi CH<sub>4, </sub></p> Jurnal CARE CARE Ulfah Mubarokah Copyright (c) 2021 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) 2021-10-20 2021-10-20 6 1 49 62