Modernization and Shifting Practices of Local Wisdom on Corn Farming in Gorontalo Province

  • Momy Hunowu IAIN Sultan Amai Gorontalo
  • Yowan Tamu Universitas Negeri Gorontalo
  • Muhammad Obie IAIN Sultan Amai Gorontalo
  • Hatim Badu Pakuna
Keywords: farming technology, local wisdom, mopo’a huta and panggoba tradition

Abstract

Modernization of agricultural technology has dominated farming activities in Gorontalo. This paper describes the change of farming practices from local wisdom and social solidarity to modern technology. The research used a qualitative approach with 25 farmers as participants with the aim to explore their knowledge and observe their farming activities. This study found that local farming practices are no longer in existence. This local wisdom consists of the traditions of mopo'a huta and panggoba as farming systems which are based on social solidarity and are environmentally friendly. This has been replaced by a modern farming system that is considered more effective with abundant production. Modernization in the farming system, apart from having a good effect, has also resulted in many changes, both economically, socially, culturally and ecologically. This research concludes that as the results of corn farming modernization: 1) there has been a shift in labor and capital, 2) there has also been a shift in local wisdom, and 3) there are environmental degradation and social inequality.

References

Adawiyah, C. R. (2018). Urgensi Komunikasi dalam Kelompok Kecil untuk Mempercepat Proses Adopsi Teknologi Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 35(1), 59-74. https://doi.org/10.21082/fae.v35n1.2017.59-74.

Ama. (2020). Petani Madiun Bikin Alat Pengusir Tikus dengan Gelombang Ultrasonik. https://www.liputan6.com/regional/read/4179204/petani-madiun-bikin-alat-pengusir-tikus-dengan-gelombang-ultrasonik, diakses tanggal 23 April 2021.

Arif, A. (2017). Pengaruh Bahan Kimia terhadap Penggunaan Pestisida Lingkungan. Jurnal Farmasi, 3(4), 134–143. http://103.55.216.56/index.php/jurnal_farmasi/article/view/2218.

Asikin, M. N. (2020). Diserang Tikus Petani Jagung Gagal Panen. https://www.jawapos.com/jpg-today/14/07/2020/diserang-tikus-petani-jagung-gagal-panen, diakses tanggal 23 April 2021.

Bahua, I. (2008). Analisis Usahatani Jagung pada Lahan Kering di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Jurnal Penyuluhan, 4(1), 47-53. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v4i1.2168.

Baruadi, M. H., Kamuli, S., Imran, S., & Akib, F. H. Y. (2013). Kaji Ulang Program Agropolitan Jagung Provinsi Gorontalo. https://repository.ung.ac.id/riset/show/2/988/kaji-ulang-program-agropolitan-jagung-provinsi-gorontalo.html, diakses tanggal 12 April 2021.

Burger, D. H. (1962). Sedjarah Ekonomis Sosiologis Indonesia. Jilid I. Pradnyaparamita.

Da Conseicao, V. (2020). Studi Kasus Kerusakan Lingkungan Akibat Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Lahan Pertanian di Desa Kereana, Kecamatan Botin Lobele, Kabupaten Malaka. Universitas Widya Dharma.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2000). Introduction: The Discipline and Practice of Qualitative Research. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The Sage handbook of qualitative research, pp. 1–32. Sage.

Dlodlo, N. (2009). Access to ICT Education for Girls and Women in Rural South Africa: A Case Study. Technology in Society. 31(2), 168-175. https://doi.org/10.1016/j.techsoc.2009.03.003.

Ernawati, D. (2008). Analisis Tingkat Ketimpangan Sosial dan Ekonomi Keluarga Miskin Desa Waruk Kalong, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi. Universitas Muhammadiyah Malang.

Febriyantoro, M. T., & Arisandi, D. (2018). Pemanfaatan Digital Marketing bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jurnal Manajemen Dewantara, 1(2), 62–76. http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/JMD/article/view/175/128.

Hafiun, M. (2017). Zuhud dalam Ajaran Tasawuf. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 14(1), 77–93. https://doi.org/10.14421/hisbah.2017.141-07.

Hunowu, M. A. (2020a). Linula Molalahu: Sejarah, Tradisi dan Kearifan. Insan Cendekia Mandiri.

Hunowu, M. A. (2020b). Bertani Jagung: Subsistensi, Komersialisasi dan Resistensi. In Martua Sihaloho & Bayu Eka Yulian (Ed.), Eulogi Untuk Prof. Dr. Sediono M.P. Tjondronegoro; Mengenang dan meneladani Sang Guru (hlm. 119–132). Pusat Studi Agraria IPB.

Hunowu, M. A., & Pakuna, H. B. (2020). Praktik Ritual Mopo’a Huta (Memberi Makan pada Tanah) pada Masyarakat Gorontalo di Desa Molamahu. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 1(1), 49–65. https://doi.org/10.22373/jsai.v1i1.422.

Hunowu, M. A., Pakuna, H. B., Lahaji, P., & Obie, M. (2020). Mopo’a Huta on Peasant Community: A Ritual for Harmony with Nature in Molamahu Village of Gorontalo Regency, Indonesia. International Journal of Scientific Research in Science and Technology, 7(1), 220–228. https://doi.org/10.32628/ijsrst207143.

Hutagaol, M. P., & Hartoyo, S. (2013). Ekonomi Pangan: Efektivitas Kebijakan Bantuan Langsung Benih Unggul dan Pupuk untuk Usahatani Pangan. Jurnal Pangan, 22(1), 11–20. https://doi.org/10.33964/jp.v22i1.

Iskandar, J. (2004). Mengkaji Kearifan Ekologi Komunitas Baduy dalam Menghadapi Kekeringan. Sosiohumaniora. 6(2), 108-121 https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v6i2.5308.

Karakara, A. A., & Osabuohien, E. S. (2019). Households’ ICT Access and Bank Patronage in West Africa: Empirical Insights from Burkina Faso and Ghana. Technology in Society. 56, 116-125. https://doi.org/10.1016/j.techsoc.2018.09.010.

Lapolo, N. (2019). Agroforestri untuk Perbaikan Kondisi Lingkungan di Ayumolingo, Gorontalo. World Agroforesti, 9. https://www.worldagroforestry.org/publication/agroforestri-untuk-perbaikan-kondisi-lingkungan-di-ayumolingo-gorontalo.

Margaretha. (2009). Penentuan Waktu Tanam yang Tepat dan Kebersihan Lingkungan Mencegah Serangan OPT Belalang dan Dampaknya terhadap Pendapatan Petani Jagung di Kabupaten Pangkep. Prosiding Seminar Ilmiah DanPertemuan Tahunan XIX PEI, PFI, Komisariat Daerah Sulawesi Selatan Di Balitsereal Maros. Perhimpunan Entomologi Indonesia. Perhimpunan Fitopatologi Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Margaretha, M., & Syuryawati, S. (2017). Penerapan Teknologi Produksi Jagung Melalui Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu pada Lahan Sawah Tadah Hujan. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 1(1), 53. https://doi.org/10.21082/jpptp.v1n1.2017.p53-63.

Mohammad, F. 2008. (2008). Reinventing Local Government: Pengalaman dari Daerah. Kompas Gramedia.

Mopangga, H. (2011). Analisis Ketimpangan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Gorontalo. Trikonomika, 10(1), 40–51. http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_152282239215.pdf.

Mosley, P., & Verschoor, A. (2005) Risk Attitudes and the ‘Vicious Circle of Poverty’. The European Journal of Development Research, 17, 59–88. https://doi.org/10.1080/09578810500066548.

Munthe, H. M. (2007). Moderenisasi Sosial Masyarakat dalam Pembangunan Pertanian: Suatu Tinjauan Sosiologis. Jurnal Harmoni Sosial, 2(1). 1-7 http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/18660.

Ngafifi, M. (2014). Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia dalam Perspektif Sosial Budaya. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. 2(1), 33-47. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2616.

Dewi, N. L. P. R., Utama, M. S., & Yuliarmi, N. N. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Usaha Tani dan Keberhasilan Program Simantri di Kabupaten Klungkung. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 6(2), 701–728. https://ojs.unud.ac.id/index.php/EEB/article/view/24578.

Nurjihadi, M., & Dharmawan, A. H. (2016). Lingkaran Setan Kemiskinan dalam Masyarakat Pedesaan: Studi Kasus Petani Tembakau di Kawasan Pedesaan Pulau Lombok. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan. 4(2), 120-127. https://doi.org/10.22500/sodality.v4i2.13372.

Pakuna, H. B., Hunowu, M. A., & Obie, M. (2020). Traditional Wisdom of Peasant Community and its Integration on Islamic Order in Molamahu Village of Gorontalo Regency - Indonesia. EAS Journal of Humanities and Cultural Studies, 2,(2), 81–86. https://doi.org/10.36349/EASJHCS.2020.V02I02.012.

Panikkai, S. (2017). Analisis Ketersediaan Jagung Nasional Menuju Swasembada dengan Pendekatan Model Dinamik. Informatika Pertanian, 26(1), 41-48. https://doi.org/10.21082/ip.v26n1.2017.

Pertanian.go.id. (2021). Gorontalo Ekspor Jagung ke Philipina, petani menikmati Rp.4 Triliun. Kementerian Pertanian RI. https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=2547, diakses tanggal 12 April 2021

Pido, Y. (2012). Pengaruh Penggunaan Input terhadap Produksi Usahatani Jagung di Desa Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. https://repository.ung.ac.id/skripsi/show/614408101/pengaruh-penggunaan-input-terhadap-produksi-usahatani-jagung-di-desa-pulubala-kecamatan-pulubala-kabupaten-gorontalo.html

Rinardi, H., Masruroh, N. N., Maulany, N. N., & Rochwulaningsih, Y. (2019). Dampak Revolusi Hijau dan Modernisasi Teknologi Pertanian: Studi Kasus Pada Budi Daya Pertanian Bawang Merah di Kabupaten Brebes. Jurnal Sejarah Citra Lekha. 4(2), 125-136. https://doi.org/10.14710/jscl.v4i2.21936.

Rosana, E. (2015). Modernisasi dalam Perspektif Perubahan Sosial. Al-Adyan Jurnal Studi Lintas Agama, 10(1), 67–82. https://doi.org/10.24042/ajsla.v10i1.1423.

Sajogyo. (1977). Golongan Miskin dan Partisipasi dalam Pembangunan Desa. Prisma (3) Maret Jakarta, LP3ES

Suhari, S. H. M. (2014). Pestisida, Mimpi Buruk Kedaulatan Pangan di Gorontalo (2) (http://deg). http://bejobe.aji.or.id/read/berita/30/Pestisida-Mimpi-Buruk-Kedaulatan-Pangan-di-Gorontalo-2.html, diakses tanggal 17 April 2021

Suleman, R., Kandownagko, N. Y., & Abdul, A. (2019). Karakterisasi morfologi dan analisis proksimat jagung (. Jombura Edu Biosfer Journla, 1(2), 72–81. https://doi.org/10.34312/jebj.v1i2.2432.

Suparmini, S. Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. (2013). Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1), 8–22. https://journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/article/view/3180/2665.

Sztompka, P. (2004). Sosiologi Perubahan Sosial. Prenada Media.

Tahir, R., Rosanna, R., & Djunais, Isnam. (2019). Dampak Modernisasi Pertanian terhadap Petani Kecil dan Perempuan di Sulawesi Selatan. Agrokompleks, 19(2), 35–44. https://doi.org/10.51978/japp.v19i2.138.

Tamu, Y., & Dako, A. Y. (2018). The Season Calendar System of Gorontalo Society : Socio- Cultural Analysis Based on Local Wisdom and Appropriate Technology. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 10(1), 101–111. https://doi.org/10.15294/komunitas.v9i1.9552.

Tjondronegoro, S. M. P. (1978). Modernisasi Pedesaan; Pilihan Strategi Dasar Menuju Fase Tinggal Landas? Prisma, April 1978, 15-25.

Tjondronegoro, S. M. P. (2013). An Agricultural Development Legacy Unrealised By Five Presidents, 1966-2014. Masyarakat Indonesia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Indonesia, 39(2), 379–395. http://jmi.ipsk.lipi.go.id/index.php/jmiipsk/article/view/616.

Tuluk, E., Buyung, I., & Soejono, A. W. (2012). Implementasi Alat Pengusir Hama Burung di Area Persawahan Dengan Menggunakan Gelombang Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler Atmega168. Jurnal Teknologi Informasi, 7(21), 121–134. https://doi.org/10.35842/jtir.v7i21.46.

Yuliatmoko, W. (2010). Peran Teknologi Pangan Dalam Mewujudkan Desa Mandiri Pangan. 1–9. http://repository.ut.ac.id/id/eprint/2334.

Published
2021-09-21
Section
Articles